WORKSHOP KURIKULUM MBKM TEMA: “IMPLEMENTASI KURIKULUM MBKM MENUJU SARJANA UNGGUL”

Pembentukan sebuah kurikulum, banyak hal yang harus diperhatikan di dalamnya. Tidak hanya hanya mata kuliah saja, namun juga proses implementasi kurikulum tersebut hingga akhirnya bisa diterapkan kepada seluruh mahasiswa.

Seperti halnya pembentukan kurikulum program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Merdeka Belajar-Kampus Merdeka(MBKM) sendiri merupakan sebuah program baru lecutan dari Kemendikbud RI. Program ini diharapkan akan mendatangkan suasana baru bagi para pelajar di Indonesia agar lebih siap dan sigap saat lulus dari sebuah perguruan tinggi.

Melalui program MBKM, setiap kampus bisa mengimplementasikan delapan program terbaik, antara lain pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen, membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik. Dalam menjalankan ketiga program tersebut, setiap kampus harus berpegang pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dalam melakukan ekuivalensi mata kuliah dan konversi nilai.

Universitas Dhyana Pura berksempatan Bersama 4 universitas lainnya yaiut Universitas Kristen Indonesia Paulus selaku penggagas utama kegiatan, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Pakuan Bogor dan Universitas Bosowa Makasar untuk ikut ambil bagian dalam mengadakan kegiatan ini.

Dalam menerapkan program MBKM di setiap kampus, pihak perguruan tinggi juga harus mengikutsertakan delapan program MBKM tersebut. Program-program tersebut nantinya akan dilakukan ekuivalensi terhadap kurikulum baru yang sesuai dengan program MBKM.

Narasumber pada workshop kali ini adalah Ibu Dr. Dyah Setyaningrum, SE., MSM., CPMA., CA, adapun materi yang dibahas pada kegiatan ini seperti implementasi 60 SKS MBKM tanpa mengurangi CPL, implementasi Mata Kuliah pada Semester 5, 6, 7 untuk persiapan 60 SKS, konversi program MBKM ke dalam SKS, metode pembelajaran FGD, SCL dan OBE

Sinergi sangat dibutuhkan karena kurikulum yang sudah ada tidak serta harus dirombak total. Karena dalam merombak kurikulum itu tidaklah mudah. Pihak kampus harus memperhatikan proses evaluasi dan penelitian agar bisa diterapkan di dalam sebuah perguruan tinggi sesuai dengan capaian pembelajaran.

Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Dr. Dyah Setyaningrum, SE., MSM., CPMA., CA,, dalam menjalankan kegiatan tersebut mahasiswa bisa melakukan konversi nilai dari hasil kegiatan yang sudah diikuti dengan beberapa program MBKM