Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Bali bekerjasama dengan Tax Center Universitas Dhyana Pura (Undhira) gelar Pelatihan Relawan Pajak 2020

DJP Kanwil Bali telah melakukan kerjasama dengan Tax Center Undhira untuk melaksanakan program Relawan Pajak 2020. Program ini baru pertama kali dilaksanakan oleh pihak Universitas Dhyana Pura Bersama dengan DJP kanwil Bali.  Awal pelaksanaan relawan pajak ini terlebih dahulu dimulai didaerah Jabodetabek, dengan kesuksessannya di daerah Jabodetabek tersebut maka dikembangkan sampai ke wilayah bali yang dimulai di awal tahun 2019.

Program kerjasama antara kanwil DJP Bali dengan Tax Center universitas Dhyana Pura melalui Pelatihan Relawan Pajak yang digelar selama 2 hari yaitu hari Kamis dan Jumat, 16 – 17 Januari 2020 yang diikuti oleh 20 orang mahasiswa yang sudah dipilih dan diseleksi.

Rektor Universitas Dhyana Pura, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA mengungkapkan bahwa Tax Center Universitas Dhyana Pura sebagai perpanjangan tangan dari DJP Bali akan selalu mendukung segala kegiatan dan program yang telah dirancangkan oleh pihak DJP Bali agar  nantinya para mahasiswa selain mendapatkan pengalaman juga mendapatkan ilmu tambahan lagi selain yang sudah diperoleh di bangku kuliah mengenai perpajakan. Selain itu mahasiswa yang terpilih juga dapat secara langsung mengasistensikan laporan wajib pajak yang khusunya wajib pajak orang pribadi. Ibu Dian Anggraeni, SE., M.Si yang bertugas sebagai Kepala seksi bimbingan penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen menyatakan bahwa tujuan dilaksanakannya program relawan pajak ini adalah untuk menghapus paradigma masyarakat luas bahwa pajak itu merupakan suatu hal yang sulit untuk ditaati. Dengan adanya program relawan pajak ini  bisa menumbuhkan rasa di kalangan para masyarakat yang dimulai oleh para mahasiswa untuk bisa selalu mematuhi dan mentaati aturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Sehingga dengan hal tersebut mahasiswa yang sebagai penerus bangsa mengetahui bagaimana untuk bertugas sebagai pegawai pajak. Agar para masyarakat luas juga mengetahui bahwa penerimaan negara yang terbesar adalah dari Pajak.