
Desa Jungutan yang terletak di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, merupakan salah satu wilayah di Bali Timur yang memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan pertanian yang cukup potensial. Dalam upaya memperkuat ekonomi lokal, Pemerintah Desa Jungutan membentuk BUMDes Tunjung Mekar sebagai lembaga ekonomi desa yang mengelola berbagai unit usaha strategis. Saat ini, BUMDes mengoperasikan empat unit utama: unit simpan pinjam, unit pengolahan air bersih, unit perdagangan umum, dan unit desa wisata. Keempat unit usaha tersebut menjadi pilar penting bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi desa.

Namun demikian, BUMDes Tunjung Mekar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek tata kelola keuangan dan keberlanjutan usaha. Unit simpan pinjam belum memiliki sistem perencanaan keuangan dan operasional yang terdokumentasi secara memadai. Prosedur operasional standar (SOP) dalam penyaluran pinjaman, pengelolaan kas, maupun mitigasi risiko piutang belum tersusun dengan baik. Dari sisi keberlanjutan, belum terdapat integrasi kebijakan terkait pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial ke dalam pengelolaan bisnis desa.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdi yang terdiri dari dosen Program Studi Akuntansi, dosen D3 Manajemen Pemasaran, serta mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Dhyana Pura melaksanakan program Pendampingan Tata Kelola Keuangan BUMDes Jungutan Berbasis Akuntabilitas dan Prinsip Keberlanjutan. Kegiatan ini berlangsung selama September hingga Oktober 2024, dengan fokus utama pada penguatan sistem keuangan, peningkatan kapasitas SDM, dan pengembangan tata kelola yang akuntabel.
Tujuan Program Pengabdian
Program ini dirancang untuk mencapai empat tujuan utama:
- Mengoptimalkan penggunaan sistem pencatatan keuangan yang telah dimiliki BUMDes.
- Meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam memahami dan menggunakan sistem keuangan secara teknis dan konseptual.
- Membangun budaya tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pengendalian internal.
- Memperkuat keberlanjutan kelembagaan BUMDes melalui sistem keuangan yang terdokumentasi dan terdigitalisasi.
Tahapan Pelaksanaan Program
- Sosialisasi
Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi yang diselenggarakan di Kantor Desa Jungutan. Pertemuan ini dihadiri oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, dan perwakilan masyarakat. Pada tahap ini, tim pengabdi menggali kebutuhan spesifik BUMDes, seperti jenis laporan keuangan yang diperlukan, sistem administrasi yang diinginkan, serta kemampuan SDM yang tersedia. Sosialisasi juga menjadi landasan untuk merancang materi pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan situasi lapangan.
- Pelatihan Penguatan Kapasitas
Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, simulasi, studi kasus, dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi:
- Prinsip dasar akuntansi dan pencatatan keuangan BUMDes, termasuk siklus akuntansi dan penyusunan laporan keuangan sederhana.
- Penyusunan dan penerapan SOP keuangan, mencakup prosedur penerimaan dan pengeluaran kas, pemberian pinjaman, penanganan piutang, serta dokumentasi transaksi.
- Manajemen keuangan berbasis akuntabilitas dan transparansi, melalui pelaporan periodik dan mekanisme audit internal sederhana.
- Integrasi prinsip keberlanjutan, berupa penerapan tanggung jawab sosial, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pelestarian lingkungan dalam kegiatan bisnis desa.
Pelatihan ini tidak hanya menargetkan peningkatan keterampilan teknis pengurus, tetapi juga memperkuat pemahaman konsep tata kelola dan etika dalam pengelolaan BUMDes.
- Penerapan Teknologi Sistem Keuangan
Tahap ini berfokus pada penerapan sistem pencatatan keuangan digital berbasis spreadsheet yang telah disesuaikan dengan kebutuhan BUMDes. Sistem ini dirancang agar:
- Mencatat transaksi harian secara terstruktur.
- Menghasilkan laporan keuangan otomatis (neraca, laba rugi, arus kas).
- Mengelola data piutang dan angsuran pada unit simpan pinjam.
- Mempermudah konsolidasi laporan keuangan antar unit usaha.
Implementasi ini mempermudah pengurus dalam memantau kondisi keuangan secara periodik dan meningkatkan akurasi informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
- Pendampingan dan Evaluasi
Pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh materi dan sistem yang diberikan dapat diterapkan secara konsisten. Tim pengabdi membantu pengurus dalam mengatasi kendala teknis, memvalidasi pencatatan transaksi, mengevaluasi kualitas laporan keuangan, serta memberikan rekomendasi perbaikan sesuai prinsip akuntabilitas.
- Keberlanjutan Program
Pada tahap akhir, tim pengabdi merancang langkah-langkah keberlanjutan agar BUMDes mampu mempertahankan dan mengembangkan sistem tata kelola yang telah dibangun. Pengurus didorong untuk memperbarui SOP secara berkala, memastikan konsistensi pencatatan, dan mengembangkan kesadaran keberlanjutan dalam setiap kegiatan operasional.

Partisipasi Mitra sebagai Kunci Keberhasilan
Pengurus BUMDes Tunjung Mekar mengambil peran aktif dalam setiap tahapan program. Pada tahap identifikasi masalah, pengurus membantu menentukan aspek prioritas yang perlu diperbaiki. Dalam pelatihan, mereka mengikuti seluruh sesi dan terlibat langsung dalam simulasi pencatatan. Pada penerapan teknologi, pengurus menyediakan data asli untuk uji coba sistem dan memberikan masukan atas perbaikan yang dibutuhkan. Komitmen dan keterlibatan pengurus menjadi faktor utama keberhasilan program pendampingan ini.
Manfaat dan Dampak Program
Program Pendampingan Tata Kelola Keuangan BUMDes Jungutan menghasilkan sejumlah manfaat penting, antara lain:
- Peningkatan kemampuan pengurus dalam pengelolaan keuangan profesional dan transparan.
- Adanya sistem pencatatan keuangan yang rapi, terdokumentasi, dan mudah diaudit.
- Keterbentukan budaya kerja yang lebih akuntabel dan berorientasi pada pengendalian internal.
- Meningkatnya kesadaran pengurus dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam aktivitas BUMDes.
- Terbangunnya fondasi kelembagaan yang lebih kuat melalui sistem keuangan yang digital dan terstandar.
Dengan hasil tersebut, BUMDes Tunjung Mekar diharapkan mampu mengembangkan perannya sebagai penggerak ekonomi Desa Jungutan secara berkelanjutan, menghasilkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dan memperkuat kemandirian desa.
